Ide Awal Dari Papayanews
Papayanews bermula dari kebiasaan saya, cari keyword “parapat”, baik itu di flickr, friendster, google, technorati, dan lain2. Kenapa parapat? Karna gue lahir disana, orang kampung, di tepi danau toba. Saya masih punya banyak memory disana. Saya pengen tau apa yang terjadi disana.
Sayangnya gak ada koran khusus parapat. Apalagi yang online. Kalau ada pasti saya baca! Dan hanya orang bego yang mau bikin koran parapat yang pasti gak menguntungkan. Internet dan blog adalah solusi ke masalah ini. Nah kenapa gak bikin aggregator buat tiap lokasi kecil2 yang susah dibuatkan koran khususnya? Trus kalau dia bentuknya blog, kesannya lebih santai.
Ide ini diperkuat ketika saya sedang ke Bali dari Jepun, ketika keluar dari imigrasi di Ngurah Rai, Kuta. Orang yang jaga di imigrasi berusaha mendapatkan uang dari saya. Dan karna kesal, saya pikir saya mau tulis di blog saya. Tapi kalau saya tulis siapa yang tau? Pembaca blog saya paling 3 orang :) Saudara saya aja gak baca blog saya karna isinya garing. haha .. Kalau lah ada aggregator buat daerah kuta, dan postingan saya tentang kuta bisa saya arahkan kesana sehingga bisa ditampilkan di sana, mungkin akan lebih ada efeknya. Mereka yang peduli sama Bali mungkin sedikit banyak bisa berbuat disana demi Bali yang lebih baik.
Dari 2 permasalahan itu, jadilah papayanews. Jadi ada 2 parameter untuk menilai kesuksesan papayanews. Pertama, daerah sekecil parapat bisa punya semacem tempat ngumpul2 online sendiri. Gak tau juga ada internet disana apa nggak :) Yang kedua, papayanews berguna sehingga daerah kita masing2 jadi tempat yang nyaman untuk tinggal.
Tapi ide di atas terlalu serius. Apalagi saya gak ada jiwa aktifisnya :) Nah, jadilah saya tambahkan yang ketiga, Papayanews jadi tempat yang asyik untuk maen2, apalagi kalau stres di kantor. hehe .. Jadi kalau ada ide biar papayanews lebih asyik, silahkan sampaikan ke developer papayanews: rizki atau saya :)
Terima Kasih